Makin mendekat waktu keberangkatan, makin bertambah juga kesibukan. Urusan kantor, urusan alumni SMA Negeri 1 Pontianak (karena kami mengadakan reuni akbar lintas angkatan), urusan kuliah anak sebab anak sulungku berangkat ke Jakarta buat tes masuk kuliah, dan selepas itu pulang ke Pontianak dahulu karena ingin ikut mengantarkan keberangkatan kami, urusan keluarga karena adik bapakku yang nomor 2 dirawat di rumah sakit (alhamdulillah tidak terlalu lama dirawat), terakhir adalah halal bihalal keluarga besar kami di Museum Negeri Pontianak.
Saat halal bihalal tadi aku baru sadar bahwa ada 11 orang lagi dari keluarga besar yang berangkat haji tahun ini. Yang 3 orang malah satu kloter dengan kami.
Tidak seperti kebanyakan calon jamaah haji yang mengadakan acara selamatan keberangkatan, kami malah tidak, hanya menebeng minta didoakan pada acara tahlilan keluarga di rumah adik bungsu bapakku. Karena tidak ada acara di rumah, banyak tetangga yang tidak tahu kalau kami melakukan ibadah haji tahun itu. Tapi gak masalah sih. Kebanyakan tetanggaku warga Tionghoa. Yang sempat protes ketika kami pulang hanya tetangga yang orang Madura saja. Di mesjid pun aku hanya pamitan kepada 2 orang imam masjid tempat aku selalu berjamaah.
Sehari sebelum berangkat, koper-koper besar yang sudah diisi keperluan dan pakaian kami selama di tanah suci nantinya. Sementara ihram dan kebutuhan umroh di tas kecil yang kami tenteng dan tidak dimasukkan ke bagasi pesawat.
Untuk komunikasi selama di Arab Saudi juga aku telah membeli paket dari provider XL karena paling murah dan fleksibel. Di sana nanti terbukti layanannya dapat diandalkan.
Mengenai kondisi istriku yang saat itu divonis memiliki kista yang membesar, oleh dokter akhirnya diputuskan kami berangkat saja dulu. Beliau akan mengoperasi dan mengangkat kista tersebut jika kami sudah pulang dari haji. Hanya dia memberikan kepada istriku obat berupa pil hormon yang berfungsi untuk mencegah istriku haid di tanah suci. Kami pasrah, yang penting nanti di tanah suci istri bisa beribadah dengan tenang. Aman pak, kata dokternya, khan ibu hanya sakit jika datang bulan. Di minum dari sekarang ya bu, sampai habis obatnya. Ikuti jadwalnya dengan teratur. Ingat sekali diriku terakhir kami konsultasi sebelum berangkat, 4 Agustus, 10 hari sebelum meninggalkan Kota Pontianak.