PERINDU BAITULLAH
( Kisah Perjalanan Paling Bermakna )
Bismillahirrahmanirrahim.
Tak terasa kita sudah memasuki bulan Dzulhijjah atau yang biasa juga disebut sebagai bulan haji, karena pada bulan ke-12 hijriah inilah ibadah haji dilaksanakan di tanah suci.
Qadarullah, 2 tahun ini haji hanya dilaksanakan khusus untuk warga negara dan yang bertempat tinggal di Arab Saudi. Sedangkan dari negara-negara lain masih belum bisa mengirimkan jamaahnya ke Baitullah untuk beribadah yang termasuk salah satu dari Rukun Islam.
Jutaan jamaah tentu kecewa, termasuk 400 ribuan jamaah dari Indonesia. Pandemi yang dimulai sejak Maret 2020 benar-benar merubah total banyak hal di dunia ini. Mulai dari dunia kesehatan, ekonomi, pendidikan dan juga keagamaan. Juga bermacam kegiatan yang terpaksa menyesuaikan dengan keadaan.
Buat yang tertunda berangkatnya jangan berkecil hati. Tetap bersabar dan berprasangka baik kepada takdir ALLAH SWT, Sang Pemilik Baitullah dan seluruh jagat raya ini. Yakinlah semua ini ada hikmah yang harus kita ambil. InsyaALLAH semua niat dan azam telah dinilai dengan segala kebaikan oleh ALLAH SWT.
Buat yang belum memikirkan beribadah haji, saat ini adalah waktu yang tepat untuk introspeksi bagaimana orang yang sudah terjadwal berangkat di 2020 dan 2021 mesti harus menunggu waktunya kelak. Bagaimana dengan yang belum mempersiapkan? Bahkan belum membuka tabungan untuk haji ini.
Alhamdulillah, pada tahun 2017 penulis bernasib baik bisa memenuhi undangan dan panggilan untuk beribadah haji. Suatu pengalaman yang luar biasa bagi penulis, baik saat belum berangkat, bahkan belum berniat, sampai akhirnya bisa berada di Baitullah dan menjalankan semua ibadah dan rukun haji.
Terbersit niat penulis yang hendak menceritakan pengalaman bagaimana perjuangan menjadi perindu Baitullah. Semoga kisah yang akan dituliskan ini menjadi penyemangat bagi pejuang dan perindu Baitullah lainnya.
Pontianak, 10 Dzulhijjah 1442 H.